Pengorbanan Ishtar - Perbuatan Bodoh Atau Luar Biasa?

Tammuz dan Ishtar (Adonis & Aphrodite)
Ishtar, Dewi Cinta, Putri Bulan, memilih Tammuz sang kekasih, seorang gembala sebagai suaminya. Setelah mereka menikah, Tammuz menjadi dewa kesuburan, dan kehidupan di bumi pun berbunga-bunga. Ishtar, memiliki seorang kakak perempuan yang menguasai negeri kematian, dan iri akan kebahagiaannya. Sang kakak menculik dan memenjarakan Tammuz di negeri kematian.
Ishtar masuk ke negeri kematian, dunia tanpa jalan pulang, rumah bayangan, tempat kegelapan, demi membebaskan suaminya.
Ia tak bisa berbalik arah dari jalan ini. Tak ada jalan keluar dari dunia yang hanya berisi tanah dan debu ini. Di mana arwah - arwah berterbangan seperti burung.
Ishtar meminta izin memasuki negeri kematian pada kakaknya, Ereshkigal, yang entah karena gembira atau takut, membolehkannya untuk masuk.
Pengawal Ereshkigal menyambut Ishtar di gerbang dunia kematian.
Pengawal itu meminta Ishtar untuk melepaskan mahkotanya.
Ishtar bertanya, "Kenapa aku harus menanggalkan mahkotaku?"
Maka pengawal itu menjawab, "Itu perintah dari ratuku. Masuklah, Tuan Puteri..."
Di gerbang kedua, pengawal memintanya melepaskan anting - antingnya.
Di gerbang ketiga, pengawal memintanya melepaskan kalungnya.
Di gerbang keempat, pengawal memintanya melepaskan perhiasan pelindung dada yang terbuat dari logam mulia.
Di gerbang kelima, pengawal memintanya melepaskan korsetnya yang berhiaskan batu - batu nujum.
Di gerbang keenam, pengawal memintanya melepaskan gelang tangan dan gelang kaki.
Di gerbang ketujuh, pengawal memintanya melepaskan pakaiannya.
Maka Ishtar pun telanjang saat menghadap ratu negeri kematian.
Begitu berjumpa dengan kakaknya, sang Ereshkigal, Ishtar langsung menyerang.
Tujuh hakim neraka mengarahkan mata kematian mereka pada Ishtar.
Ereshkigal melepaskan kutukan bagai gerombolan anjing buas pada Ishtar, dan Ishtar pun tewas.
Jasadnya digantung pada seujung tonggak.
Bumi yang berduka, dan kehilangan dewa kesuburan serta dewi cinta, mulai mengering.
Kesuburan menghilang.
Laki - laki dan perempuan tidur terpisah.
Sapi jantan tak mau menghampiri sapi betina.
Pepohonan dan tumbuhan berhenti berbunga.
Akan tetapi, sebelum Ishtar melangkahkan kaki ke arah negeri kematian, ia meninggalkan sebuah maklumat, bahwa apabila dalam tiga hari ia tidak kembali ke bumi, ia harus diselamatkan.
Cenayang dan orang - orang bijak sebagai pembawa pesan para dewa,yang menyaksikan kemandulan dan kebencian di mana - mana, berbicara pada matahari dan bulan, memohon pada dewa kebijaksanaan untuk mengembalikan cinta dan kesuburan ke muka bumi.
Dewa kebijaksanaan menciptakan makhluk cahaya untuk menyelamatkan Ishtar.
Makhluk tersebut bernama Ashushu-namir - Wajah Cahaya.
Gerbang - gerbang neraka membuka dirinya semerta - merta saat Ashushu-namir datang, hingga tak lama kemudian Ashushu-namir berhadapan dengan Ereshkigal.
Pancaran cahaya Ashushu-namir sungguh menggetarkan sehingga saat ia meminta air kehidupan kepada Ereshkigal, beliau hanya melontarkan sumpah serapah dan meludah, namun tak kuasa menolaknya.
Ashushu-namir pun meminta Ereshkigal menyiram Ishtar dengan air kehidupan dan melepaskan jasadnya dari tonggak.
Ishtar pun hidup kembali.
Di gerbang pertama, Ishtar kembali mengenakan pakaiannya.
Di gerbang kedua, Ishtar kembali mengenakan gelang kaki dan tangannya.
Di gerbang ketiga, Ishtar kembali mengenakan korsetnya yang berhiaskan batu - batu nujum.
Di gerbang keempat, Ishtar kembali mengenakan perhiasan pelindung dadanya.
Di gerbang kelima, Ishtar kembali mengenakan kalungnya.
Di gerbang keenam, Ishtar kembali mengenakan anting - antingnya.
Di gerbang ketujuh, Ishtar kembali mengenakan mahkotanya.
Tammuz sang belahan jiwa pun muncul dan dikembalikan ke sisinya.
Tumbuhan kembali mewarnai bumi.
Kesuburan dan cinta telah kembali.
Bumi pun hidup hingga sekarang.

blog comments powered by Disqus


