Happy Ending (Next time aja..masih banyak yang lebih penting - part2 )

Hampir satu bulan sudah sejak Hakim mengembalikan Alia ke keluarganya.
Kesepakatan yang mereka capai dari hasil akumulasi masalah dan pertikaian selama bertahun-tahun.
Alia, yang selama ini hanya mampu diam dan berharap Hakim akan berubah kembali seperti dulu sudah tidak tahan lagi menghadapi kegagalan nya sebagai istri, terutama setelah dia tahu bahwa selama ini yang dianggap "lebih penting" oleh Hakim adalah kesenangan dan kebiasaan Hakim dugem, karaoke, "jajan", one nite stand, spa ++, minum, inex, dan kegiatan2 indah lainnya yang kerap dinikmati Hakim beserta teman - teman seperlendirannya.
Awalnya Alia tidak percaya, sosok yang baginya malaikat itu terlihat oleh sahabat-sahabat Alia sedang bermesum atau melakukan hal tak senonoh lainnya yang tidak seharusnya dilakukan oleh pria yang sudah beristri.
Tapi pada puncaknya saat Alia terlalu ragu untuk percaya, dan memaksakan diri untuk bertanya pada Hakim tentang apa yang sebenarnya ia sembunyikan, di situ lah pecah nya bisul yang selama ini terpupuk kebohongan dan pengkhianatan.
"Maaf ya, saya tidak ada orang ke 3! Saya punya uang!! Saya beli!!"
"Maaf ya, saya tidak ada orang ke 3! Saya punya uang!! Saya beli!!"
"Maaf ya, saya tidak ada orang ke 3! Saya punya uang!! Saya beli!!"
Ucapan Hakim terus terngiang hingga sekarang, saat itulah Alia tersadar bahwa harga dirinya dan martabatnya hancur, jauh lebih nista dibanding pelacur yang dibayar Hakim untuk memuaskan nafsu nya.
Alia mengamuk sejadi-jadinya, dan ..
"Anjing!!! Anjing!!! Anjing!!!"
Hanya kata itu yang dapat Alia teriakkan sekuat tenaga.. berkali kali, hingga himpitan emosi yang menumpuk pun menguap dan kehampaan mulai mengisinya. Terlupakan Tuhan oleh Alia saat itu yang penuh dengan kebencian dan kesakitan.
Semua mimpi dan harapan pupus, hancur, sakit..
Rasa sayang dan cinta yang Alia pelihara walau sebagaimanapun perih dan sakitnya perlakuan Hakim, benar-benar habis dalam seketika.
Kalau memang hanya selingkuh, dengan satu wanita, mungkin semua tidak akan jadi begini... tapi.. jajan... ah.. PARA PELACUR JALANG MATI KAU DAN PULANG KE NERAKA!
Seminggu lewat dari kejadian itu, Alia berusaha untuk menata kembali apa yang telah hancur. Walau masi terasa jijik tapi ia berusaha untuk meluluskan permintaan keluarganya, karena menurut mereka ada masalah apapun pasti yang salah itu istri.
Berusaha mengorek apa kesalahan yang telah Alia perbuat hingga Hakim menjadi seperti itu lagi, penikmat dunia hedonis lagi, tapi Hakim tetap bungkam.
Saat Alia ajukan pilihan kesekian kalinya.. untuk lanjutkan pernikahan dengan perbaikan di sana sini, atau kembalikan Alia dan putrinya ke keluarga besarnya.
Hakim meminta Alia untuk sepakat bahwa mereka memang tidak bisa lanjut.
Yah, mungkin dengan begini.. Hakim bisa lebih menikmati kegiatan2 nya yang jauh lebih penting daripada bersama keluarga dan memperbaiki apa yang sudah hancur...
Masih banyak yang lebih penting untuk diurusi Hakim... panlok.. spa++ .. parties with private DJs... PL karaoke... inex...
well... happy ending..
blog comments powered by Disqus

